MANAJEMEN KEBIDANAN TUJUH LANGKAH VARNEY (MAKALAH KEBIDANAN)

Posted by TUGAS KULIAH on Monday, January 2, 2017

Proses manajemen adalah proses memecahkan masalah dengan menggunakan metode yang terorganisir meliputi pikiran dan tindakan dengan urutan logis untuk keuntungan pasien dan pemberian asuhan dengan menunjukan pernyataan yang jelas tentang proses berpikir dan tindakan.






Manajemen kebidanan memberikan asuhan komprehensif, terdiri dari 7 langkah :

1.    Langkah  I (Pengkajian)
Pada tahap ini, bidan harus mengumpulkan data dasar klien secara lengkap untuk mengevaluasi pasien, meliputi identitas riwayat pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul atas indikasi, mempelajari catatan sekarang atau laporan yang lalu, mempelajari data laboratorium dan membuat laporan singkat untuk menentukan kondisi pasien.
Data subjektif diperoleh melalui anamnesis. Untuk memperoleh data subyektif dapat dilakukan dengan cara menanyakan keluhan pasien, riwayat kesehatan, riwayat haid, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, dan riwayat nifas. (Asuhan Kebidanan Antenatal, 2006).
Data objektif didapatkan melalui:
a.   Pemeriksaan fisik
1)    Palpasi abdomen : untuk memastikan volume cairan amnion. Jika ketuban benar-benar pecah, palpasi abdomen kadang-kadang dapat mendeteksi berkurangnya cairan, karena terdapat peningkatan molase uterus dan dinding abdomen di sekeliling janin dan penurunan ballottement (Varney, 2010:399)
2)    Pemeriksaan anogenital dengan speculum steril
a)    Inspeksi genetalia eksterna untuk melihat adanya cairan.
b)    Lihat adanya cairan yang mengalir dari ostium serviks.
c)    Lihat genangan cairan amnion, memiliki bau apek yang khas, yang membedakan dari bau urine.
d)    Observasi cairan yang keluar untuk melihat adanya lanugo atau verniks kaseosa.
e)    Lihat serviks untuk memperkirakan pembukaan jika pemeriksaan dalam tidak dilakukan.
f)     Lihat serviks untuk mengetahui adanya prolaps tali pusat atau ekstremitas janin.
3)    Periksa dalam (Vagina toucher) meliputi:
a)    Pembukaan : pada primipara kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang dari 5 cm (dr. indogamers, 2006)
b)    Ketuban sudah pecah (ketuban negatif)
b.  Pemeriksaan laboratorium
1)   Uji pakis positif : dengan meneteskan air ketuban pada objek glass dan biarkan kering, pemeriksaan mikroskopis menunjukkan Kristal cairan amnion dan gambaran daun pakis (Nurhayati, 2010)
2)   Uji kertas nitrazin positif : jika kertas nitrazin merah berubah menjadi biru, menunjukkan adanya cairan ketuban (alkalis)
3)   Ultrasonografi : untuk pemeriksaan oligohidramnion jika pemeriksaan sebelumnya tidak memberikan gambaran yang jelas pecah ketuban (Varney, 2010)

2.    Langkah  II (Interpretasi data)
Adalah interpretasi data untuk spesifikasi masalah atau diagnosa. Data yang tersedia di interpretasikan sehingga diketahui diagnosa dan masalah spesifik.
Pada ibu dengan ketuban pecah dini interpretasi datanya biasanya: Ny. M umur 19 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu, inpartu kala I fase aktif dengan Ketuban Pecah Dini Janin tunggal hidup intrauterin presentasi kepala.

3.    Langkah  III (Identifikasi diagnosa dan masalah potensial)
Langkah selanjutnya adalah identifikasi masalah-masalah potensial masalah atau penyulit yang mungkin muncul. Langkah ini penting untuk menyusun persiapan antisipasi, sehingga kita selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Diagnosa potensial pada ibu dengan KPD adalah infeksi dan terjadinya gawat janin. (Ai Yeyeh, 2010)

4.    Langkah  IV (Identifikasi tindakan segera dan atau kolaborasi)
Pada langkah ini bidan menentukan kebutuhan terhadap tindakan segera, melakukan konsultasi atau kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. (Ai Yeyeh, 2010)
Kolaborasi pada KPD salah satunya adalah untuk mengantisipasi diagnosa potensial terjadinya infeksi yaitu dengan pemberian antibiotic injeksi Cefotaxin 2 x 1 gram/ hari dan pemberian oksigen 2 liter per menit.

5.    Langkah  V (Rencana menyeluruh asuhan kebidanan)
Membuat rencana asuhan komperehensif, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya, merupakan hasil pengembangan dari masalah sekarang antisipasi masalah dan diagnosa juga melengkapi data yang kurang serta data tambahan yang penting sebagai informasi untuk data dasar.
Rencana asuhan kebidanan pada kasus KPD adalah Melakukan penilaian kemajuan persalinan setiap 4 jam, kondisi ibu dan janinnya (HIS dan DJJ) setiap 30 menit, pengeluaran per-vaginam setiap 2 jam dan mencatatnya di lembar observasi, serta memerikan therapy sesuai program pengobatan dari dokter. (Ai Yeyeh, 2010)

6.    Langkah  VI (Pelaksanaan)
Adalah implementasi dari rencana asuhan yang komprehensif, ini mungkin seluruhnya diselesaikan oleh bidan atau sebagian oleh wanita atau anggota team kesehatan lainnya.
Pelaksanaan asuhan kebidanan pada kasus KPD disesuaikan dengan perencanaan yang disusun yaitu Melakukan penilaian kemajuan persalinan setiap 4 jam, kondisi ibu dan janinnya (HIS dan DJJ) setiap 30 menit, pengeluaran per-vaginam setiap 2 jam dan mencatatnya di lembar observasi, serta memerikan therapy sesuai program pengobatan dari dokter. (Ai Yeyeh, 2010)

7.    Langkah  VII (Evaluasi)
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang diberikan, meliputi apakan pemenuhan kebutuhan telah terpenuhi sesuai diagnosis dan masalah. Rencana dianggap efektif jika pelaksanaannya memang efektif
Pada kasus KPD yang dievaluasi adalah terjadinya infeksi atau tidak, selama proses persalinan dan sesudah persalinan (post partum) (Ai Yeyeh, 2010)




= Baca Juga =



Blog, Updated at: 9:51 AM

0 comments:

Post a Comment

---------------------------------

---------------------------------

DAFTAR ISI POSTING -TUGAS KULIAH

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Aplikasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran ARTIS PALING POPULER DI INDONESIA VERSI GOOGLE TRENDS TAHUN 2015 ASPEK NEUROLOGI BAHASA CARA MENGHAPUS PASSWORD ATAU PROTEKSI EXCEL WORD DAN PDF CEK SKTP GURU DASAR DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN EVALUASI PEMBELAJARAN Hakekat Belajar Dan Pembelajaran HAKIKAT PEMBELAJARAN BEHAVIORISTIK DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA IMPLEMENTASI PENILAIAN SIKAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA INILAH KATA KUNCI PENELUSURAN YANG PALING POPULER VERSI GOOGLE TRENDS INOVASI PENDIDIKAN (RESUME BUKU “INOVASI PENDIDIKAN” KARYA UDIN SYAEFUDIN BAGIAN PERTAMA) INTEGRASI PEDAGOGIK DENGAN TIK ISU DAN WACANA MUTAKHIR KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA JENIS MAKNA JENIS MAKNA MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA Kemampuan Berpikir KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH KETERAMPILAN MENULIS KONSEP TOLAK UKUR PARAMETER PENGUKURAN DAN PENILAIAN LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MAKALAH FILSAFAT ILMU MAKALAH KAWASAN PEMANFAATAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGELOLAAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGEMBANGAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA MAKALAH PENELITIAN SASTRA MAKALAH PSIKOLOGI KOGNITIVE DAN PEMBENTUKAN PENGETAHUAN MAKALAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI MAKALAH SUMBER-SUMBER YANG MEMPENGARUHI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH TENTANG INSTRUMEN PENELITIAN MAKALAH: KARYA SASTRA DALAM KAJIAN FILSAFAT ILMU MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA MENDIKBUD TAHU SIAPA PENYEBAR ISU KURIKULUM 2006 AKAN DIBERLAKUKAN KEMBALI TAHUN 2016 MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN MERANCANG ATAU MENDESAIN STUDI KASUS META ANALISIS PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA DAN CONTOH PENERAPANNYA METODE DISKUSI METODE RESITASI MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK MOTIVASI DAN KREATIVITAS SISWA NASIONALISME SEBAGAI SALAH SATU LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PENDAFATARAN MAHASISWA BARU PASCASARJANA UNTIRTA TAHUN 2016 GELOMBANG 1 PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA UGM TAHUN 2016 PENELITIAN PENGEMBANGAN DEVELOPMENT RESEARCH PENERAPAN PRINSIP BELAJAR AKAN LEBIH CEPAT BILA SISWA MEMPEROLEH UMPAN BALIK PENERAPAN PRINSIP DENGAN PERSIAPAN YANG BAIK SISWA DAPAT MENGORGANISASIKAN KEGIATAN BELAJARNYA SENDIRI PENERAPAN PRINSIP PERKEMBANGAN DAN KECEPATAN SISWA DALAM BELAJAR SANGAT BERVARIASI PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN (MAKALAH) PENGERTIAN JENIS DAN TUJUAN STUDI KASUS (MAKALAH) PENGERTIAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PENGERTIAN DAN JENIS MOTIVASI BELAJAR SISWA PENGERTIAN KURIKULUM PENGERTIAN MODEL DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI KOGNITIF (MAKALAH) PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS DATA DALAM STUDI KASUS (MAKALAH) PENILAIAN PRODUK (PRODUCT ASSESSMENT) PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PERBEDAAN PENDEKATAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM (MAKALAH) PERMASALAHAN YANG DIHADAPI TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SERTA PEMECAHANNYA PRESTASI BELAJAR SISWA PRINSIP PRINSIP PEMBELAJARAN PROPOSAL PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) PROSES PENGEMBANGAN TES BAHASA DAN SASTRA (MAKALAH) RELIABILITAS INSTRUMEN SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DIMENSI STRATEGIS STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Sumber-Sumber Pengetahuan Tentang Belajar SUPERVISI AKADEMIK TEORI BELAJAR ATAU TOERI PENDIDIKAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK BERDASARKAN PANDANGAN TOKOH-TOKOH BEHAVIORISTIK Teori Belajar Dan Pembelajaran TUTORIAL MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN POWERPOINT CARA MEMBUAT SKORING KUIS PADA POWERPOINT
CB