PENGERTIAN CIRI DAN TIFE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIF LEARNING).

Posted by TUGAS KULIAH on Tuesday, January 3, 2017

Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning).

Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh pemilihan metode belajar yang ditentukan oleh pendidik, sebab dengan penyajian pembelajaran secara menarik akan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dan aktivitas mereka pun meningkat. Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, upaya yang harus dilakukan pendidik adalah memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran. Dalam hal ini model pembelajaran kooperatif dharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa.




Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran kooperative dapat didefinisikan sebagai sistem kerja / belajar kelompok yang terstruktur.

Pembelajaran Koperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang besifat heterogen. (Rusman, 2011: 202). Pembelajaran Koperatif adalah strategi pembeljaran yang melibatkan siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi (Nurulhayati dalam Rusman, 2011: 203). Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama untuk sampai pada pengalaman belajar yang optimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Esensi pembelajaran kooperatif itu adalah tanggung jawab individu sekaligus tanggung jawab kelompok. Sehingga dalam diri siswa terdapat sikap ketergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok optimal. Pola pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif antar kelompok,siswa saling bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang baik.

Dari beberapa pengertian diatas peneliti berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat baik untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, sebab semua siswa dituntut untuk bekerja dan bertanggung jawab sehingga didalam kerja kelompok tidak ada anggota kelompok yang asal namanya saja tercantum, semuanya aktif.

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif (Rusman, 2011: 208)
·          Siswa dalam kelomnpoknya harus beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama.
·          Siswa bertanggunng  jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri.
·          Siswa harus telihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama
·          Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
·          Siswa akan dikena evaluasi atau hadiah penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua kelompok.
·          Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar  bersama selama proses belajarnya .
·          Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Menurut Nurulhayati dalam Rusman, (2011: 204) Adapun pendapat ahli lainnya tentang unsur pokok dalam pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: (a) Saling ketergantungan positif, (b) tanggung jawab individual, (c) Interaksi personal, (d) Keahlian bekerja sama, (e) evaluasi proses kelompok.

Dengan memperhatikan unsur-unsur pembelajaran kooperatif tersebut, peneliti berpendapat bahwa dalam pembelajaran kooperatif setiap siswa yang tergabung dalam kelompok harus betul-betul dapat menjalin kekompakan. Selain itu, tanggung jawab bukan saja terdapat dalam kelompok, tetapi juga dituntut tanggung jawab individu.

Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif.
·          Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
·          Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
·          Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.
·          Penghargaan lebih berorientasi pada individu.(Rusman, 2011: 208)
Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, seorang guru hendaklah dapat   membentuk kelompok sesuai dengan ketentuan, sehingga setiap kelompok dapat bekerja dengan optimal.

Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif

Pada pembelajaran kooperatif dikenal ada beberapa tipe, diantaranya : (1) Tipe STAD, (2) Tipe Jigsaw, (3) Investigasi Kelompok), (4) Tipe Struktural. (Rusman, 2011: 227)

Dari keempat tipe pembelajaran kooperatif diatas, peneliti lebih tertarik melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD(Student Team Achievement Divisions), karena dalam tipe STAD peserta didik akan dicampur dari tingkat kemampuan dan kebiasaan yang berbeda (heterogen) sehingga memungkinkan mereka untuk saling membantu serta adanya kuis dapat melalui permainan lempar bola panas agar aktivitas lebih menarik.




= Baca Juga =



Blog, Updated at: 6:25 AM

0 comments:

Post a Comment

Cari Blog Ini

Loading...

---------------------------------

---------------------------------

DAFTAR ISI POSTING -TUGAS KULIAH

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Aplikasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran ARTIS PALING POPULER DI INDONESIA VERSI GOOGLE TRENDS TAHUN 2015 ASPEK NEUROLOGI BAHASA BANTUAN PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK S2 BAGI GURU P2016 CARA MENGHAPUS PASSWORD ATAU PROTEKSI EXCEL WORD DAN PDF CEK SKTP GURU DASAR DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN EVALUASI PEMBELAJARAN Hakekat Belajar Dan Pembelajaran HAKIKAT PEMBELAJARAN BEHAVIORISTIK DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA IMPLEMENTASI PENILAIAN SIKAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA INILAH KATA KUNCI PENELUSURAN YANG PALING POPULER VERSI GOOGLE TRENDS INOVASI PENDIDIKAN (RESUME BUKU “INOVASI PENDIDIKAN” KARYA UDIN SYAEFUDIN BAGIAN PERTAMA) INTEGRASI PEDAGOGIK DENGAN TIK ISU DAN WACANA MUTAKHIR KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA JENIS MAKNA JENIS MAKNA MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA Kemampuan Berpikir KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH KETERAMPILAN MENULIS KONSEP TOLAK UKUR PARAMETER PENGUKURAN DAN PENILAIAN LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MAKALAH FILSAFAT ILMU MAKALAH KAWASAN DESAIN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PEMANFAATAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGELOLAAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGEMBANGAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENILAIAN (TEKNOLOGI PEMBELAJARAN) MAKALAH PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA MAKALAH PENELITIAN SASTRA MAKALAH PSIKOLOGI KOGNITIVE DAN PEMBENTUKAN PENGETAHUAN MAKALAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI MAKALAH SUMBER-SUMBER YANG MEMPENGARUHI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH TENTANG INSTRUMEN PENELITIAN MAKALAH: KARYA SASTRA DALAM KAJIAN FILSAFAT ILMU MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA MENDIKBUD TAHU SIAPA PENYEBAR ISU KURIKULUM 2006 AKAN DIBERLAKUKAN KEMBALI TAHUN 2016 MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN MERANCANG ATAU MENDESAIN STUDI KASUS META ANALISIS PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA DAN CONTOH PENERAPANNYA METODE DISKUSI METODE RESITASI MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK MOTIVASI DAN KREATIVITAS SISWA NASIONALISME SEBAGAI SALAH SATU LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT DOSEN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PENDAFATARAN MAHASISWA BARU PASCASARJANA UNTIRTA TAHUN 2016 GELOMBANG 1 PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PASCASARJANA UNJ JAKARTA TAHUN 2016 PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA UGM TAHUN 2016 PENELITIAN PENGEMBANGAN DEVELOPMENT RESEARCH PENERAPAN PRINSIP BELAJAR AKAN LEBIH CEPAT BILA SISWA MEMPEROLEH UMPAN BALIK PENERAPAN PRINSIP DENGAN PERSIAPAN YANG BAIK SISWA DAPAT MENGORGANISASIKAN KEGIATAN BELAJARNYA SENDIRI PENERAPAN PRINSIP PERKEMBANGAN DAN KECEPATAN SISWA DALAM BELAJAR SANGAT BERVARIASI PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN (MAKALAH) PENGERTIAN JENIS DAN TUJUAN STUDI KASUS (MAKALAH) PENGERTIAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PENGERTIAN DAN JENIS MOTIVASI BELAJAR SISWA Pengertian Evaluasi Penilaian dan Pengukuran PENGERTIAN KURIKULUM PENGERTIAN MODEL DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI KOGNITIF (MAKALAH) PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS DATA DALAM STUDI KASUS (MAKALAH) PENILAIAN PRODUK (PRODUCT ASSESSMENT) PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PERBEDAAN PENDEKATAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM (MAKALAH) PERMASALAHAN YANG DIHADAPI TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SERTA PEMECAHANNYA PRESTASI BELAJAR SISWA PRINSIP PRINSIP PEMBELAJARAN PROPOSAL PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) PROSES PENGEMBANGAN TES BAHASA DAN SASTRA (MAKALAH) RELIABILITAS INSTRUMEN RINGKASAN KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DIMENSI STRATEGIS STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Sumber-Sumber Pengetahuan Tentang Belajar SUPERVISI AKADEMIK TEORI BELAJAR ATAU TOERI PENDIDIKAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK BERDASARKAN PANDANGAN TOKOH-TOKOH BEHAVIORISTIK Teori Belajar Dan Pembelajaran TUTORIAL MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN POWERPOINT CARA MEMBUAT SKORING KUIS PADA POWERPOINT
CB