RENCANA ASUHAN BAYI DALAM MINGGU PERTAMA KEHIDUPANNYA. (MAKALAH KEBIDANAN)

Posted by TUGAS KULIAH on Monday, January 2, 2017

Masa pertama kehidupannya diluar uterus, berakhir dengan masa kedua reaktifitas. Hal ini kira-kira terjadi 2-6 hari setelah lahir. Maka perlu disusun rencana asuhan kebidanan untuk BBL pada hari-hari pertama kehidupannya. Rencana ini seyogyanya memperhitungkan keinginan orang tua.




Di Rumah Sakit  perawatan Bayi Baru Lahir diambil alih oleh perawat dibagian anak, Pada persalinan di rumah pasien bidan harus tetap bertanggung jawab terhadap perawatan bayi baru lahir. Untuk itu bidan harus mempunyai perencanaan yang sesuai dengan untuk memelihara kesehatan bayi serta bidan harus mempunyai pengaturan yang baik dengan petugas pediatrik untuk melakukan konsultasi dan rujukan apabila diperlukan.

Pada beberapa saat setelah transisi awal menuju kehidupan luar rahim, pada bayi baru lahir seyogyanya dilakukan pemeriksaan fisik secara lengkap dan penilaian umur kehamilan. Penilaian umur kehamilan ini penting untuk dilakukan, sebab ketika dicocokkan pada diagram berat dan panjang badan, dapat dinilai apakahbayi tersebut sesuai masa kehamilan, kecil untuk masa kehamilan atau besar untuk masa kehamilan. Rencana asuhan kebidanan lengkap akan dipengaruhi oleh hasil-hasil pemeriksaan ini.
Rencana perawatan/asuhan bayi baru lahir meliputi observasi secara terus-menerus, rencana perawatan fisik, pemberian makan, penilaian defikasi dan miksi, pemeriksaan darah serta pemberian obat-obatan.
Kulit dan saluran gastro intestinal bayi baru lahir belum banyak ditempati koloni berbagai macam bakteri. Oleh karena itu bayi baru lahir tidak terlindungi dari bakteri jinak. Semua orang yang terlibat dalam perawatan hendaknya mencucui tangan mereka den lengan selama 3 menit dengan sabun anti bakteri sebelum menyentuh bayi baru lahir. Pemberi perawatan hendaknya mencuci tangan kembali tangannya  sebelum kontak dengan bayi atau ibu-ibu lain. Tindakan ini merupakan satu-satunya perlindungan yang paling efektif untuk mencegah infeksi pada bayi baru lahir.
Tanda vital bayi baru lahir harus dinilai dan dicatat setiap 4 jam. Bidan harus mencatat waktu dan karakteristik urin pertama dan keluarnya tinja.
Saat ini tidak dianjurkan bayi baru lahir segera dimandikan pada hari-hari pertama kehidupannya. Perawatan awal kulit bisa berupa “perawatan kering”, yakni bayi dikeringkan dan lipatan kulit dilap bersih dengan kasa/kain lembut. Kemudian pada hari pertama, lipatan kulit dan kulit kepala bayi baru lahir dapat dibasuh dengan bersih dari darah dan mekonium dengan air hangat dan sabun bayi. Tidak perlu menggunakan lotion kulit, bedak atau krim pada bayi baru lahir, karena bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan ruam dan pneumonia inhalasi.
Bayi baru lahir hendaknya mendapatkan prophilaksis mata untuk mencegah infeksi oleh gonorhoe atau chlamidia. Perlindungan terbaik untuk mata terhadap gonorhoe dan chlamydia ialah salf erytromycin 0,5% yang dioleskan mulai dari bagian tengah kepinggir canthus dari masing-masing mata.
Pemberian vitamin K pada bayi baru lahir untuk mencegah penyakit yang menimbulkan perdarahan. Usus bayi baru lahir tersebut akan mensintesiskan vitamin K, yang dipakai uuntuk mengaktifkan zat pendahulu / prekursos protein yang dapat membentuk protein pembeku darah. Sintesis usus ini tidak dapat terjadi sampai usus terkolonisasi oleh bakteri. Proses ini memakan waktu beberapa hari dan dapat dihambat oleh penundaan pemberian ASI. Manifestasi klinis dari perdarahan meliputi perdarahan saluran pencernaan, kulit, serta daerah-daerah yang terluka. Vitamin K sebaiknya diberikan secara intramusculer, 1 mg pada sisi paha atau 2 mg per oral selama 24 jam setelah melahirkan.  


PEMENUHAN KEBUTUHAN BAYI BARU LAHIR PADA MINGGU PERTAMA ( 2 – 6 HARI )

A. Makan dan minum
Bayi merasa lapar setiap 2 sampai 4 jam sekali, dalam 24 jam. Sehingga memerlukan waktu yang banyak bagi ibu, siang maupun malam selama berbulan-bulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya. Bidan hendaknya memberikan dukungan dalam hal pemberian ASI berdasarkan pilihannya  serta membantunya agar itu dapat tercapai dengan ketrampilan, pengetahuan, kepercayaan diri dan rasa senang. Ikatan bathin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi  dapat ditempa selama menyusui, asalkan proses tersebut berjalan tanpa rasa gelisah.
Untuk membantu bayi menyesuaikan diri, bangunkan bayi untuk makan setiap 3-4 jam ketika ibu terjaga. Bayi hanya memerlukan ASI selama 6 bulan pertama, karena ASI merupakan makanan yang paling ideal untuk bayi.
Pemberian makanan tambahan akan  menyebabkan gangguan tidur dan reaksi alergi. Dan ingatlah setelah menyusui bantu bayi untuk bersendawa.    


B. BUANG AIR KECIL / BUANG AIR BESAR
Selama 2 atau 3 hari pertama, tinja awal bayi baru lahir bersifat lengket, lunak, berwarna hitam ( hijau-kecoklatan ) yang dinamakan mekonium. Mekonium tersusun dari sel-sel epitel yang mengelupas dari saluran usus, mukus, dan sel-sel epidermis serta lanugo (rambut janin yang telah ditelan bersama cairan amnion). Warna yang khas tersebut disebabkan oleh pigmen empedu. Selama kehiduapan dalam rahim dan beberapa jam setelah lahir, isi usus itu bersifat steril.
Keluarnya mekonium dan urin dalam menit-menit segera setelah lahir atau pada beberapa jam berikutnya menunjukkan utuh dan berfungsinya saluran gastriintestinal. Dari semua neonatus, 90 % mengeluarkan mekonium dalam 24 jam pertama;sebagian besar sisanya dalam 36 jam.Pengeluaran urin , walaupun biasanya terjadi segera setelah lahir, dapat tertunda sampai hari kedua kehidupannya.
Bayi yang diberi ASI akan membuat warna tinja hijau ke-emasan, lembut, dan berbentuk biji-bijian. Sedangkan bayi yang diberi susu botol akan memiliki kotoran/tinja yang berwarna hitam pekat, bergumpal. Setelah hari ketiga atau empat mekonium hilang dan digantikan dengan tinja homogen berwarna kuning muda dengan bau yang khas. Selama hari-hari pertama tinja tidak berbentuk, tetapi segera setelah itu tinja berbentuk silinder.
Bayi bisa buang air besar 1-4 kali sehari, sedangkan buang air kecil lebih sering, yaitu 4-5 kali sehari. Jika bayi tidak BAB satu kalipun dalam waktu dua hari , dan tidak BAK satu kali dalam sehari segera dirujuk.   
  
C. Tidur
Bayi memerlukan banyak tidur,yaitu 16-18 jam perhari. Untuk memenuhi kebutuhannya, ciptakan suasana yang tenang dan kurangi gangguan atau rangsangan. Letakkan bayi dengan posisi berbaring miring untuk tidur.


Status tidur-Jaga (Bangun)
        Bayi baru lahir mempunyai dua kategori utama perilaku, periode jaga/bangun dan periode tidur.Selama bulan-bulan pertama, bayi menghabiskan waktunya dalam keadaan tidur dan hanya 15% waktu siang  harinya digunakan dalam keadaan jaga.Status bangun meliputi menangis, aktifitas motorik yang berarti,waspada dan mengantuk (drowsy). Status tidur mencakup tidur aktif (dangkal) dan tidur nyenyak.
Mengetahui mengenai status perilaku tidur bayi dapat membantu dalam memilih kapan berinteraksi atau memeriksa keadan bayi. Keadaan waspada atau jaga/bangun ialah waktu terbaik untuk  berhubungan secara visual, memberi makan dan memeriksa seorang bayi. Waktu menangis biasanya merupakan saat yang paling mengganggu orang tua. Orang tua bayi baru lahir pada umumnya belum bisa mengerti arti tangis bayi baru lahir mereka.Bidan dapat membantu orang tua untuk memahami apakah tangis tersebut merupakan ungkapan keinginan makan, ingin dipegang, ingin ditimang, menetek atau tidur. Kadang-kadang menangis merupakan ekspresi rasa nyeri.
Selama bulan pertama kehidupannya, persentase waktu yang digunakan pada status ini mengalami perubahan. Bayi bru lahir yang sehat 60% menghabiskan waktunya untuk tidur. Orang tua mungkin merasa was-was , tetapi hal ini normal. Selama tidur dalam terjadi sedikit gerakan motorik dan pernafasan berlangsung dalam dan teratur. Bayi tampak damai. Bayi-bayi dalam status ini tidak mudah untuk makan atau perawatan lain.
Pada tidur aktif bayi baru lahir mungkin memperlihatkan berbagai kedalaman dan kecepatan pernafasan. Gerakan motorik yang sering terlihat dan bayi dapat bereaksi seperti terkejut pada waktu tidur. Tetapi sebagian besar tidur mereka adalah tidur yang berlangsung sebentar-sebentar.Seiring dengan berlalunya bulan-bulan pertama, pola tidur bayi akan bergeser dari tidur ringan menuju tidur lebih lama dala jumlah yang lebih banyak. Demikian juga, terdapat pergeseran status jaga menjadi status waspada. Pada mulanya periode jaga berhubungan dengan rasa lapar,tetapi dalam beberapa minggu periode jaga ini berlangsung lebih lama dan berfungsi guna memenuhi kebutuhan interaksi sosial.  

 

KEBERSIHAN KULIT


Salah satu cara untuk menjaga kebersihan kulit adalah dengan memandikan bayi. Pertama kali bayi dimandikan harus ditunda sampai dengan minimal 6 jam dan disarankan setelah 24 jam pertama untuk mencegah terjadinya hipotermi sehubungan anatomi kulit dan fungsi pengaturan suhu bayi (hipotalamus) yang belum sempurna sehingga tidak bisa langsung bisa menghadapi tantangan baik dingin/panas yang berlebihan. Menurut penelitian minimal 6 jam didasarkan pada hasil kemungkinan suhu bayi sudah stabil pada saat tersebut dan cukup mampu mengatasi tantangan linkungan bai panas maupun dingin (biasanya 2 hari fungsi termoregulasi sudah baik). Apabila bayi terpapar lingkungan yang dingin maka akan terjadi metoda pengaturan suhu baik dengan menggigil (peningkatan aktivitas, postur tubuh dan menangis) atau tanpa menggigil (penggunaan lemak coklat) sebagai kompensasinya.

 

KEAMANAN


Pencegahan Infeksi

·        Pencegahan infeksi adalah satu aspek yang penting dalam perlindungan dan keamanan pada bayi baru lahir.
·        Mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani bayi merupakan cara efektif untuk mencegah infeksi.
·        Setiap bayi harus mempunyai alat dan pakaian tersendiri untuk mencegah infeksi silang. Sediakan linen atau pakaian yang cukup.
·        Mencegah anggota keluarga atau tenaga kesehatan yang sedang sakit menangani bayi.
·        Stapilococcus merupakan penyebab tersering infeksi nosokomial maka terkadang beberapa rumah sakit menggunakan cairan antiseptik atau sabun contoh yang mengandung heksakloropan untuk mengurangi kemungkinan infeksi tersebut.
·        Memandikan bayi memang tidak terlalu penting/mendasar harus sering dilakukan mengingat terlalu sering pun akan berdampak pada kulit yang belum sempurna. Kecuali pada bagian muka, lipatan-lipatan kulit dan bagian dalam popok dapat dilakukan 1-2 kali/hari untuk mencegah lecet/tertumpuknya kotoran pada daerah tersebut.
·        Menjaga kebersihan dan keringnya tali pusat. (perawatan tali pusat akan dijelaskan lebih lanjut pada praktik)
·        Mengganti popok dan menjaga kebersihan area pantat. (penggantian popok akan dijelaskan lebih lanjut pada praktik)

Pencegahan Masalah Pada Pernapasan


·        Pencegahan Hipotermi dan kemungkinan infeksi.
·        Menyendawakan bayi setelah menyusui untuk mencegah aspirasi pada saat terjadi gumoh atau muntah.
·        Jika tidur bayi harus dibaringkan terlentang atau miring.




Pencegahan Hipotermia

·        Terlalu sering bayi terpapar dengan udara yang dingin
·        Jaga suhu ruangan sekitar 18-21 °C.
·        Bayi mengenakan pakaian yang hangat dan tidak terlalu ketat
·        Segera mengganti kain yang basah.
·        Memandiakan bayi dengan air hangat kurang lebih 37°C.
·        Pembungkus bayi/selimut harus memfasilitasi pergerakan dari tangan dan kaki.


Pencegahan Perdarahan


·        Pemberian vitamin K  1 mg IM untuk mencegah perdarahan ( memicu pembentukan protombin). Karena 30 ml darah dari bayi sama dengan setengah liter darah orang dewasa.

Pencegahan Perlukaan dan Trauma


·        Jangan meninggalkan bayi/ jangan lepas pengawasan terhadap bayi.
·        Pada saat memandikan bayi perhatikan atau cek suhu air terlebih dahulu. Hindarkan memasukan air panas terlebih dahulu karena akan menyebabkan panas yang cukup menetap pada bagian dasar bak mandi dan ditakutkan bayi tercebur.
·        Gunakan bak mandi yang tidak tinggi/terlalu dalam serta gunakan air kurang dari setengah tinggi bak mandi bayi untuk mencegah tenggelamnya bayi.
·        Memindahkan bayi harus menggunakan kain ditakutkan terjatuh karena permukaan kulit dan pergerakan bayi.
·        Apabila menggunakan peniti untuk mengikatkan popok maka gunakan salah satu tangan di dalam popok untuk memastikan tidak sampai tertusuk peniti tersebut.
·        Pergunakan sarung tangan bayi untuk mencegah perlukaan karena kuku bayi yang panjang .
·        Sarung tangan bayi yang digunakan harus elastis tidak ketat untuk mencegah penekanan terhadap sirkulasi darah ke bagian jari tangan.
·        Bayi tidak memerlukan bantal sampai umur 2 tahun, jangan menempatkan bantal di atas kepala untuk menghindari penutupan oleh bantal tersebut.

TANDA-TANDA BAHAYA

TANDA-TANDA BAHAYA

KEMUNGKINAN DIAGNOSA
Suhu tubuh (Aksila) < 36.5°C dan > 37.5°C
Terpapar terhadap suhu ruangan/lingkungan dengan suhu udara yang dingin atau panas.
Perdarahan
Penyakit yang berhubungan dengan perdarahan contoh faktor pembekuan darah yang kurang/ akibat trauma persalinan
Warna kemerahan/bau yang tidak normal dari tali pusat
Infeksi/ sepsis tali pusat.
Pus atau warna kemerahan pada mata
Conjungtivitis (clamidia/stapilococcus), Gonococcal Opthalmia,
Icterus (kuning) dalam 24 jam pertama atau > 5 hari dan pada bayi premature
Sepsis, Resus/ABO incompatibility, kelainan obstruktif : atresia intestin, meconeal illieus.

Distensi Perut Bayi, muntah.
Sepsis, Enterocolitis atau dicurigai adanya malformasi gastrointestinal.

Diare, Buang Air Besar > 6x , tidak bab dan bak dalam 24 jam setelah bayi dilahirkan.
Dehidrasi, sepsis, disentri/ infeksi pada usus, obstruksi pada saluran pencernaan dan perkemihan.
Pembengkakan pada jaringan/bagian tubuh
Fraktur/luka-lahir jejas : chephal hematoma, caput succedanum dll.
Kesulitan bernafas, bernafas cepat > 60x/mnt atau menggunakan otot pernafasan secara berlebihan
Aspirasi makanan(ASI/cairan amnion), sepsis, hipothermi dll
Kejang, spasme, kehilangan kesadaran
Tetanus atau ada kerusakan pada SSP karena trauma
Cyanosis
Masalah pernafasan atau karena hipothermia.
Panas pada perabaan atau demam
sepsis
Lethargy (lemas, tidak aktif)
hipoglikemi




= Baca Juga =



Blog, Updated at: 10:10 AM

0 comments:

Post a Comment

Cari Blog Ini

Loading...

---------------------------------

---------------------------------

DAFTAR ISI POSTING -TUGAS KULIAH

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Aplikasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran ARTIS PALING POPULER DI INDONESIA VERSI GOOGLE TRENDS TAHUN 2015 ASPEK NEUROLOGI BAHASA BANTUAN PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK S2 BAGI GURU P2016 CARA MENGHAPUS PASSWORD ATAU PROTEKSI EXCEL WORD DAN PDF CEK SKTP GURU DASAR DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN EVALUASI PEMBELAJARAN Hakekat Belajar Dan Pembelajaran HAKIKAT PEMBELAJARAN BEHAVIORISTIK DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA IMPLEMENTASI PENILAIAN SIKAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA INILAH KATA KUNCI PENELUSURAN YANG PALING POPULER VERSI GOOGLE TRENDS INOVASI PENDIDIKAN (RESUME BUKU “INOVASI PENDIDIKAN” KARYA UDIN SYAEFUDIN BAGIAN PERTAMA) INTEGRASI PEDAGOGIK DENGAN TIK ISU DAN WACANA MUTAKHIR KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA JENIS MAKNA JENIS MAKNA MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA Kemampuan Berpikir KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH KETERAMPILAN MENULIS KONSEP TOLAK UKUR PARAMETER PENGUKURAN DAN PENILAIAN LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MAKALAH FILSAFAT ILMU MAKALAH KAWASAN DESAIN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PEMANFAATAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGELOLAAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENGEMBANGAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH KAWASAN PENILAIAN (TEKNOLOGI PEMBELAJARAN) MAKALAH PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA MAKALAH PENELITIAN SASTRA MAKALAH PSIKOLOGI KOGNITIVE DAN PEMBENTUKAN PENGETAHUAN MAKALAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI MAKALAH SUMBER-SUMBER YANG MEMPENGARUHI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MAKALAH TENTANG INSTRUMEN PENELITIAN MAKALAH: KARYA SASTRA DALAM KAJIAN FILSAFAT ILMU MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA MENDIKBUD TAHU SIAPA PENYEBAR ISU KURIKULUM 2006 AKAN DIBERLAKUKAN KEMBALI TAHUN 2016 MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN MERANCANG ATAU MENDESAIN STUDI KASUS META ANALISIS PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA DAN CONTOH PENERAPANNYA METODE DISKUSI METODE RESITASI MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK MOTIVASI DAN KREATIVITAS SISWA NASIONALISME SEBAGAI SALAH SATU LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT DOSEN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PENDAFATARAN MAHASISWA BARU PASCASARJANA UNTIRTA TAHUN 2016 GELOMBANG 1 PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PASCASARJANA UNJ JAKARTA TAHUN 2016 PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA UGM TAHUN 2016 PENELITIAN PENGEMBANGAN DEVELOPMENT RESEARCH PENERAPAN PRINSIP BELAJAR AKAN LEBIH CEPAT BILA SISWA MEMPEROLEH UMPAN BALIK PENERAPAN PRINSIP DENGAN PERSIAPAN YANG BAIK SISWA DAPAT MENGORGANISASIKAN KEGIATAN BELAJARNYA SENDIRI PENERAPAN PRINSIP PERKEMBANGAN DAN KECEPATAN SISWA DALAM BELAJAR SANGAT BERVARIASI PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN (MAKALAH) PENGERTIAN JENIS DAN TUJUAN STUDI KASUS (MAKALAH) PENGERTIAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PENGERTIAN DAN JENIS MOTIVASI BELAJAR SISWA Pengertian Evaluasi Penilaian dan Pengukuran PENGERTIAN KURIKULUM PENGERTIAN MODEL DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI KOGNITIF (MAKALAH) PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS DATA DALAM STUDI KASUS (MAKALAH) PENILAIAN PRODUK (PRODUCT ASSESSMENT) PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PERBEDAAN PENDEKATAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM (MAKALAH) PERMASALAHAN YANG DIHADAPI TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SERTA PEMECAHANNYA PRESTASI BELAJAR SISWA PRINSIP PRINSIP PEMBELAJARAN PROPOSAL PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) PROSES PENGEMBANGAN TES BAHASA DAN SASTRA (MAKALAH) RELIABILITAS INSTRUMEN RINGKASAN KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DIMENSI STRATEGIS STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Sumber-Sumber Pengetahuan Tentang Belajar SUPERVISI AKADEMIK TEORI BELAJAR ATAU TOERI PENDIDIKAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK BERDASARKAN PANDANGAN TOKOH-TOKOH BEHAVIORISTIK Teori Belajar Dan Pembelajaran TUTORIAL MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN POWERPOINT CARA MEMBUAT SKORING KUIS PADA POWERPOINT
CB